tugas akhir logika informatika
Rabu, 04 Februari 2009
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Anak lahir dalam keadaan fitrah, orang tua dan lingkungan keluarga yang mempengaruhi dan membentuk kepribadian, prilaku dan kecenderungannya sesuai dengan bakat yang ada dalam dirinya. Tetapi pengaruh yang kuat dan cukup langgeng adalah kejadian dan pengalaman pada masa kecil sang anak yang tumbuh dari suasana keluarga yang ia tempati.
Pada masa sekarang ini, pengaruh keluarga mulai melemah dikarenakan perubahan sosial, politik dan budaya yang terjadi. Keadaan ini andil yang sangat besar terhadap terbatasnya anak dari kekuasaan orang tua sehingga keluarga telah kehilangan fungsinya dalam pendidikan.
Tidak seperti fungsi keluarga pada masa lalu yang merupakan sesuatu kesatuan produktif sekaligus konsumtif. Ketika kebijakan ekonomi pada zaman modern sekarang ini mendasarkan pada aturan pembagian kerja yang tersepesialisasi secara lebih ketat, maka sebagian tanggung jawab keluarga beralih kepada orang yang mengeluti profesi tertentu. Disinilah kita menjadi sadar bahwa anak-anak mengalami kerugian besar dalam hal memperoleh pengajaran dari keluarga.
Berdasarkan kenyataan ini maka tidak diragukan lagi lingkungan keluarga memiliki peranan yang besar dalam mendidik dan mempengaruhi anak-anak. Disamping itu, perlu juga adanya penyadaran yang benar pada anak-anak akan peranan orang tua pada usia awal dalam kehidupannya sehingga menjadikan anak-anak terpengaruh.
Melalui metode ini diharapkan mereka akan meniru dan mengikuti sikap dan prilaku keluarga sebab pada saat inilah akal dan saraf anak masih mudah dipengaruhi, sehingga mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya dan biasanya mengikuti secara membabi buta.
B. Permasalahan
Berdasarkan latar belakang diatas, kita mengetahui terjadinya penyimpangan prilaku pada seorang anak dan mengetahui sebab-sebab sebagai berikut :
1) Apa peran orang tua terhadap pendidikan anak ?
2) Mengapa perlunya peran orang tua dalam pendidikan anak ?
3) Apakah pengaruh orang tua dalam pendidikan anak di sekolah ?
C. Tujuan Pembahasan
Untuk mengathui peran orang tua dalam mendidik anak agar terciptanya proses pendidikan yang dilalui oleh seorang anak.
D. Metode Penulisan
Dalam pembuatan makalah ini metode yang digunakan penulis adalah metode komperatif.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Peran Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak
Dalam pendidikan, orang tua berperan sebagai monitor dan mengawasi anak mulai dari rumah sampai kesekolah serta melihat dan menilai prilaku anak. Apakah anak memiliki pengetahuan yang baik dan memiliki aspek efektif (prilaku/moral) yang baik dan memiliki skill (keterampilan) yang berguna. Karena dengan adanya perhatian dan peran yang baik dari kedua orang tua, kita bias mengetahui berhasil atau tidaknya tujuan sebuah lembaga pendidikan.
Keterkaitan peran orang tua dalam pendidikan anak sangatlah penting apalagi dilihat dalam proses belajar mengajar. Pekerjaan rumah yang tidak bias dijawab harusnya orang tua juga kreatif mencari buku yang laun ataupun membimbing anak mencarikan hal-hal yang lain sehingga anak merasa bahwa orang tuanya tidak sekedar memberikan uang belanja atau menyekolahkan tetapi juga iktu meningkatkan kreativitas atu meningkatkan pendidikan dengan kata lain, dalam penggunaan pendidikan semua pihak terlibat. Oleh karenanya baik guru, siswa maupun orang tua mesti kreatif, ketika orang tua memasukkan anaknya ke sekolah merasa seolah-olah berpikir masalah telah selesai padahal mereka lupa bahwa orang tua merupakan bagian yang tak terpisahkan dari keberhasilan pendidikan itu sendiri.
Dalam Undang-undang nomor : 23 TAHUN 2002 tentang Perlindungan Anak Bab IV tentang Kewajiban dan Tanggung Jawab, khususnya bagian keempat tentang kewajiban dan tanggung jawab keluarga dan orang tua, pada pasal 26 disebutkan bahwa (1) Orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk :
1) Mengasuh, memelihara, mendidika dan melindungan anak.
2) Menumbuh kembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat dan minatnya.
3) Mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak.
Dalam dunia pendidikan tidak bias dipungkiri bahwa orang tua mempunyai andil yang cukup besar dalam pendidikan anak. Mendidik anak tidak hanya tugas seorang guru dibangku sekolah, tetapi orang tua juga berkewajiban untuk memberikan contoh yang baik kepada anak, baik dalam penerapan akhlak dan juga moral agar menjadi insane yang baik dan berbakti kepada orang tua, agama, masyarakat dan juga bangsanya.
Dari sisi intelektual orang tua harus dapat melakukan pengawasan, perhatian dan mencontohkan sesuatu dengan tahapan-tahapan. Disamping itu juga langsung dilaksanakan oleh kedua orang tua, kemudian seorang anak akan mencontohkan kebijaksanaan dan kebiasaan orang tua trmasuk juga keluarga atau orang-orang terdekatnya. Hal ini tidak sekedar pada ucapan-ucapan saja tetapi melebar sampai pada hal-hal yang ada diluarnya misalnya makna-makna, petunjuk-petunjuk dan pengalaman-pengalaman. Pengalaman seorang anak anak menunjukkan kecakapan orang tuanya dengan mewarisi seperempat sifat dari generasi pertama kakeknya dan seperdelapan sifatnya dari generasi kedua kakeknya dan seterusnya, kan tetapi disayangkan jika orang tua yang bodoh lebih banyak keturunannya dari pada orang tua yang pandai jika hukum ini berlaku.
B. Perlunya Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Anak
Ada banya faktor yang mempengaruhi keberhasilan sebuah pendidikan Salah satu kunci dalam pendidikan ialah peranan orang tua, sebenarnya kalau kita melihat keterlibatan orang tua sampai saat ini masih kurang terutama orang tua diperkotaan yang sibuk dengan aktivitas dikantor sehingga terlihat sekali bahwa anak tersebut seolah-olah itu semua tanggung jawab guru, padahal orang tua juga harus terlibat didalam hal itu karena tidak hanya bisa dikreatifkan selama di sekolah saja. Anak tidak akan bisa kreatif kalau tidak ada pantauan secara langsung dari orang tuanya. Kemudian perlunya peran orang tua dalam pendidikan anak disebabkan karena orang tua merupakan motivator seorang anak agar belajar dan melakukan proses pendidikan sebaik mungkin tanpa adanya peranan kedua orang tua dalam pendidikan. Seorang anak akan merasa tidak bersemangat jika dalam belajar dan merasa kurang diperhatikan.
C. Pengaruh Orang Tua Dalam Pendidikan Anak Di Sekolah
Beberapa peneliti mencatat bahwa keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak di sekolah berpengaruh positif pada hal-hal berikut yakni :
1) Membantu penumbuhan rasa percaya diri dan penghargaan pada diri anak.
2) Meningkatkan capaian prestasi akademik.
3) Meningkatkan hubungan orang tua terhadap anak.
4) Membantu orang tua bersikap positif terhadap sekolah.
5) Menjadikan orang tua memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap proses pembelajaran di sekolah.
Pada posisi lain untuk mendorong keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak, maka pihak sekolah dapat menyiapkan beberapa metode untuk dapat melibatkan orang tua pada pendidikan anak diantaranya dengan cara pertemuan guru antara orang tua, berkomunikasi tertulis guru – orang tua, meminta orang tua menandatangani PR serta mendukung tumbuhnya forum orang tua murid yang aktif diikuti para orang tua. Selain itu kegiatan rumah yang melibatkan orang tua dengan anak di kombinasikan dengan kunjungan guru kerumah, membuka hubungan komunikasi serta dorongan agar orang tua aktif berkomunikasi dengan anak. Selain itu, diantara teori pendidikan menyebutkan sebuah paradigma tri partite (tiga pusat pendidikan) yang menempatkan sekolah, keluarga dan masyarakat sebagai tiga elemen yang tidak terpisahkan dalam proses pendidikan. Dari tiga elemen tri partite itu, keluarga merupakan fokus utama yang harus mendapat perhatian lebih karena anak lebih banyak berada di rumah.
Pendidikan anak pada hakikatnya adalah tanggung jawab orang tua. Oleh karena itu keterlibatan orang tua dalam mendukung sukses anak menurut ilmu di sekolah merupakan kewajiban untuk menjadi pendidik yang baik, orang tua mesti menghiasi dirinya dengan keteladanan ebagai contoh dapat diingat semboyan Tut Wuri Handayani (mendorong dri belakang sambil memperhatikan).
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Perlunya peran kedua orang tua disebabkan karena orang tua merupakan motivator seorang anak agar belajar dan melakukan proses pendidikan sebaik mungkin tanpa adanya peranan kedua orang tua dalam pendidikan seorang anak dan merasa tidak bersemangat dalam belajar dan merasa kurang perhatian.
Orang tua dalam pendidikan di sekolah memiliki pengaruh sebagai berikut :
1. Membantu penumbuhan rasa percaya diri dan penghargaan pada diri anak.
2. Meningkatkan capaian prestasi akademik.
3. Meningkatkan hubungan orang tua.
4. Membantu orang tua bersikap positif terhadap sekolah.
5. Menjadikan orang tua memiliki peranan yang lebih baik terhadap proses pembelajaran di sekolah.
B. Saran
Dalam penulisan ini, ada beberapa saran yang dapat penulis sampaikan antara lain adalah :
1. Diharapkan kepada orang tua dan guru agar dalam pembinaan pendidikan selalu pemantauan dan monitoring kepada siswa sebagai penerus pembangunan, sehingga tercipta generasi muda yang berilmu.
2. Para pihak instansi dan guru juga harus selalu melakukan pengawasan kepada siswa, bila suatu saat siswa perbuatan dan tindakan yang kurang baik seperti pengaruh pergaulan bebas dan juga selealu memberikan semangat dan motivasi.
3. Kesempatan untuk memperoleh pendidikan latihan, hendaknya tidak terbatas pada kurikulum tertentu. Hal ini hendaknya meliputi kesempatan seluruh siswa secara bergantian sesuai dengan tingkat pendidikan yang di duduki.
Kamis, 29 Januari 2009
Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata computer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.
Dalam definisi seperti itu terdapat alat seperti slide rule, jenis kalkulator mekanik mulai dari abakus dan seterusnya, sampai semua komputer elektronik yang kontemporer. Istilah lebih baik yang cocok untuk arti luas seperti "komputer" adalah "yang memproses informasi" atau "sistem pengolah informasi."
